YukAcademy Coltura Assessment
Coltura — Coaching Culture Readiness Assessment

Yuk, ukur kesiapan budaya coaching-mu.

Jawab 30 pernyataan berikut sejujur mungkin. Hasilnya akan menunjukkan sejauh mana kamu secara pribadi sudah mengalami, mempraktikkan, dan menanamkan coaching — lengkap dengan rekomendasi langkah berikutnya. Laporannya juga dikirim ke emailmu.

Aku mengisi sebagai
Skala penilaian — 0 (sama sekali tidak benar) sampai 5 (sepenuhnya benar)
0 Sama sekali tidak benar
1 Jarang benar
2 Kadang-kadang benar
3 Cukup benar
4 Sering benar
5 Sepenuhnya benar

A Mengalami Coaching

Seberapa jauh coaching sudah dirasakan sebagai pengalaman yang berarti.

Saya pernah mengalami coaching secara langsung dan itu membantu saya berefleksi serta bertumbuh.
Saya melihat coaching sebagai sesuatu yang bernilai, bukan sekadar pelengkap.
Saya terbuka terhadap umpan balik dan refleksi diri.
Saya bersedia menggali asumsi dan perilaku saya sendiri.
Saya merasa aman secara psikologis dalam percakapan pengembangan diri.
Saya merasa didengar dan dipahami saat dicoaching oleh pemimpin atau rekan kerja.
Umpan balik yang saya terima terasa konstruktif dan berorientasi pengembangan.
Saya lebih sering menemui rasa ingin tahu ketimbang penghakiman dalam percakapan coaching.
Percakapan coaching menciptakan perubahan nyata dalam pola pikir saya.
Saya mengenali coaching sebagai alat untuk bertumbuh, bukan untuk menilai.

B Mempraktikkan Coaching

Seberapa sering gaya coaching benar-benar dipraktikkan dalam percakapan sehari-hari.

Saya rutin menggunakan percakapan bergaya coaching dengan tim atau rekan kerja saya.
Saya lebih sering mengajukan pertanyaan terbuka dibanding memberi instruksi langsung.
Saya mendengarkan secara aktif tanpa memotong atau buru-buru memberi solusi.
Saya mendorong orang lain untuk berpikir dan menemukan jawaban mereka sendiri.
Saya menerapkan coaching dalam situasi kerja nyata, tidak hanya di sesi formal.
Saya membangun kepercayaan melalui cara saya berkomunikasi.
Saya mendukung orang lain menetapkan tujuan dan tindakan mereka sendiri.
Percakapan coaching saya meningkatkan rasa kepemilikan dan akuntabilitas orang lain.
Saya percaya diri menggunakan keterampilan coaching (mendengarkan, bertanya, merefleksikan).
Saya mengintegrasikan coaching dalam praktik kepemimpinan sehari-hari seperti 1-on-1 dan check-in.

C Menanamkan Coaching

Seberapa jauh coaching sudah tertanam dalam sistem dan cara kerja organisasi.

Saya memahami bagaimana coaching mendukung ekspektasi kepemimpinan di organisasi saya.
Saya melihat perilaku coaching tercermin dalam cara kinerja dinilai.
Organisasi saya menyediakan pelatihan atau pengembangan terkait coaching.
Saya memiliki akses ke alat atau kerangka kerja yang mendukung percakapan coaching.
Waktu dan ruang secara sengaja diciptakan untuk percakapan coaching.
Coaching didorong di semua tingkatan, tidak hanya dari atas ke bawah.
Perilaku coaching diakui dan diapresiasi di sekitar saya.
HR dan jajaran pemimpin secara nyata mendorong pola pikir coaching.
Coaching menjadi bagian dari proses seperti tinjauan kinerja atau rencana pengembangan.
Ada bahasa atau pendekatan coaching yang sama di organisasi saya.
Lengkapi semua 30 pernyataan untuk melihat hasil assessment-mu.